Mario Gomez Tak Mau Lanjutkan Kompetisi Usai Persib Dapatkan Sanksi Fatal

Juru tak-tik Klub Persib Bandung, Roberto Mario Carlos Gomez kecewa terhadap keputusan baru dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan berbagai suspensi sulit bagi kesebelasannya.

Komisi disiplin PSSI itu memberikan sejumlah sanksi yang diumumkan pada hari Selasa (2/10) siang, baik buat ofisial, pesepakbola, hingga panpel Persib.

Seluruh sanksi ini merupakan buntut dari panasnya lanjutan Liga 1 2018 putaran ke-23 melawan Persija Jakarta, yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada hari Minggu (23/9).

“Pertama, aku tidak ingin omong sebelum itu resmi. Aku mau mengatakan dahulu bersama manajemen di ruang rapat, apa itu telah resmi. Apabila itu telah resmi, baru aku ingin omong, ” tutur Mario Gomez pada media.

“Jika itu telah ditetapkan, aku mau terlebih dahulu omong bersama manajemen, Ezechiel (N’Douassel), bersama seluruh pemain. Sebab untuk aku, apabila itu memang benar maka betul-betul edan, ” katanya melanjutkan.

Tim berjulukan Maung Bandung ini diberi hukuman melakoni pertandingan kandang usiran di luar Pulau Jawa di sisa Liga satu 2018 sampai tengah musim depan.

Di sisi lain, Ezechiel N’Douassel diberi hukuman larangan bermain sebanyak 5 laga.

Kemudian, Jonathan Bauman dapatkan hukuman bermain buat 2 laga, serta Bojan Malisic tidak dapat bermain di 4 laga lantaran sanksi.

Sementara Ardi Idrus memperoleh teguran keras.

Panpel Persib pun tidak luput dari hukuman, yakni larangan turut serta dalam aktifitas tim sepanjang 2 musim pada ketua panpel.

Terdapat juga denda senilai Rp 100 juta, dan kewajiban memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi, sekaligus slogan yang menghina di spanduk, poster, jersey serta atribut yang lain dengan cara apa pun.

“Tentu saja, itu berlebihan. Aku menolak berlaga apabila kayak itu. Team saya mending tak usah berlaga, ” kata Mario Gomez dengan nada menyesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.